Beli besi dengan diameter yang diinginkan, tapi pas diukur tidak penuh sesuai permintaan. Apakah tetap aman?
Penggunaan besi banci sangat berbahaya untuk struktur bangunan yang membutuhkan kekuatan tinggi, dan sebaiknya digunakan hanya untuk proyek non-struktural seperti pagar atau teralis.
Ciri-ciri Besi Banci:
1. Ukuran tidak sesuai standar: Toleransi ketebalannya lebih besar dari standar SNI, bisa lebih tipis dari ukuran yang tertera.
2. Kualitas dan mutu rendah: Mutu dan kekuatan tidak sebaik besi SNI.
3. Harga murah: Menawarkan harga jauh lebih rendah dari besi standar SNI.
4. Tidak ada sertifikat: Tidak memiliki sertifikat resmi atau SPPT-SNI.
5. Tidak ada emboss SNI: Tidak memiliki tanda cetakan timbul (emboss) SNI pada batangnya.
6. Kerapuhan: Besi banci lebih mudah bengkok secara permanen dan bisa retak saat ditekuk.
Toleransi Diameter Besi Beton SNI
Badan Standarisasi Nasional (BSN) menetapkan batas kewajaran (toleransi) untuk diameter besi beton. Berikut adalah beberapa contoh toleransi berdasarkan SNI 2052-2017:
a. Diameter 6 mm: ±0,3 mm
b. Diameter 8 – 14 mm: ±0,4 mm
c. Diameter 16 – 25 mm: ±0,5 mm
d. Diameter 28 – 34 mm: ±0,6 mm
e. Diameter > 36 mm: ±0,8 mm
Selain toleransi berat, besi juga memiliki toleransi panjang. Panjang standar besi beton adalah 12 meter. Dan toleransi panjangnya adalah dari -0 mm hingga +70 mm. Ini berarti besi beton tidak boleh lebih pendek dari panjang nominal, tetapi bisa sedikit lebih panjang.
Apa yang mempengaruhi jika dimensi besi tidak sesuai spesifikasi?
1. Risiko Kegagalan Struktur
Kekuatan yang tidak sebanding dengan kebutuhan struktural dapat menyebabkan kegagalan pada bangunan.
2. Mengancam Keselamatan
Penggunaan besi banci mempertaruhkan nyawa dan aset karena tidak kuat menahan beban.
Mengapa Toleransi ukuran berat dan panjang besi itu penting?
1. Keamanan Struktur: Menggunakan besi beton yang tidak sesuai standar SNI bisa membahayakan bangunan.
2. Efisiensi Proyek: Toleransi panjang memastikan kemudahan instalasi dan mencegah kebutuhan sambungan tambahan yang dapat meningkatkan biaya dan mengurangi efisiensi.
Bagaimana Cara Menghindari Besi Banci?!
1. Periksa Tanda SNI: Pastikan besi memiliki emboss bertuliskan SNI pada batangnya.
2. Gunakan Jangka Sorong: Ukur ketebalan besi menggunakan jangka sorong untuk memastikan ukurannya sesuai standar.
3. Minta Sertifikat: Mintalah sertifikat dari penjual untuk memeriksa mutu dan kualitas besi.
4. Bandingkan dengan Besi SNI: Jika ragu, bandingkan besi yang akan dibeli dengan besi SNI yang seukuran.
Nah gambar dibawah merupakan contoh besi banci yang tidak memiliki ukuran yang sesuai dengan spesifikasi persyaratan yang diminta, dalam kata lain nilai toleransi melebihi nilai yang telah di toleransi.
Membeli besi banci memang lebih murah secara bahan, namun bisa menyebabkan kegagalan struktur kapapun, dan membutuhkan uang lebih banyak dibanding pembelian di awal. jadi harus berhati2 dalam membeli material.


Leave a Reply